Majalah Sekolah yang Dinantikan
Rabu, 01 Februari 2023
Dua hari ini aku diberikan nikmat sakit. Kondisi badan yang kurang fit, menyebabkan terserang demam. Bersyukur malam ini masih bisa mengikuti Kelas KBMN , walaupun hanya dengan berbaring.
Narasumber malam ini adalah Ibu Widya Setianingsih, S.Ag. Beliau seorang guru di MI Khadijah Malang dan menjadi Pimpinan Redaksi majalah Kharisma, yaitu sebuah majalah sekolah di tempat Beliau bertugas. Narasumber Ibu Widya ditemani oleh Ibu Mutmainah, M.Pd yang akrab disapa Bu Emut. Pengantar malam ini ternyata Narasumber dan Moderator menjalin persahabatan bak seorang saudara.
Tema yang disuguhkan malam ini adalah" Mengelola Majalah Sekolah". Memiliki sebuah majalah sekolah mungkin impian semua guru, termasuk saya. Selama ini pembahasan tentang majalah sekolah tak pernah tersentuh, Jangankan mengelola, untuk mengadakan saja belum pernah ada yang mau mulai mengusulkan, sehingga membaca tema pertemuan malam ini, banyak pertanyaan dalam pikiran saya. "Mungkin tidak memiliki majalah di sekolahku?". "Bagaimana cara membuat dan mengisinya?". Berharap dapat terjawab dengan detail di pertemuan ini.
Ibu Widya mengisahkan awal mula berdirinya majalah Kharisma yang dipimpinnya. Diinisiasi oleh Ibu Widya dan seorang temannya dengan rangkap jabatan. Majalah tampil dengan ukuran setengah kertas polio, kemampuan menulis seperti adanya , layout digunting dan ditempel kemudian di cetak dengan cara fotocopi. Tujuannya hanyalah berbagi informasi, berita dan cerita tentang peserta didik meskipun tampil sangat sederhana.
Sampailah majalah sederhana ini di tangan peserta didik, sekolah ikut mendanai penggandaan dan terus berlanjut hingga dua tahun berikutnya. Pada tahun ketiga karena banyak kendala majalah Kharisma mengalami tidur panjang alias hibernasi. Selama tidur panjang Itulah majalah Kharisma sibuk berbenah. Mulai dengan menambah Crew, yang terdiri dari penasehat, penanggung jawab, pimred, bendahara, editor, layout, hingga 4 orang pemburu berita. Proposal yang detail diajukan pihak yayasan/sekolah. Mencari solusi pendanaan selain dari dana BOS.Mempercantik tampilan hingga ke percetakaan. Mempertebal muatan bergizi dari isi majalah. Finally "KHARISMA REBORN". Beliau dipercaya menjadi Pimred majalah Kharisma hingga saat ini
Dari kisah ini saya dapat banyak pelajaran, bahwa "Tiada yang Instan", semua butuh perjuangan panjang, butuh pengorbanan yang tak sedikit dan kesabaran yang tiada batas. Semua terasa manis setelah membuahkan hasil.
Pesan dari Ibu Widya adalah
- Kunci utamanya adalah "Mau"
- Setiap kesulitan pasti ada kemudahan, ibarat berjalan terhalang tembok, cari jalan lainnya, entah harus memutar, ataukah mencari jalan lain yg sepadan.
- Tetapkan niat pasti ada jalan terbentang
- Jangan takut mencoba, karena akan stuck di tempat
- Rintangan selalu ada, tapi bukan berarti tak ada solusi
3. Artikel tambahan do you Know. Yang memuat pengetahuan umum untuk siswa. Disajikan dalam 2 bahasa yaitu bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.
4. Kuiz berhadiah, bisa berupa TTS, tebak gambar dll
- Apa itu ISBN ? Mengacu pada WIKIPEDIA.ISBN (International Standard Book Number) adalah kode pengidentifikasian buku yang bersifat unik. Informasi tentang judul, penerbit, dan kelompok penerbit tercakup dalam ISBN. ISBN terdiri dari deretan angka 13 digit, sebagai pemberi identifikasi terhadap satu judul buku yang diterbitkan oleh penerbit.Saat ini Isbn diganti QCRBN.
- Melibatkan siswa untuk ikut menulis dalam majalah sekolah. Memanage sendiri budget majalah, Jika ingin lebih menekan budget kurangi halamannya, bisa hitam putih tdk perlu warna. Orang tua siswa tidak kan keberatan jika mereka paham dan mengerti ttg pentingnya majalah sekolah. Bahkan ikut promosi dan bangga dgn adanya majalah sekolah. Lebih2 jika foto anaknya terpampang di majalah.
- Langkah-langkah menerbitkan majalah sekolah. 1) Menyatukan ide dan gagasan. Mencari teman-teman yang memiliki jiwa literasi dan organisasi. Membentuk susunan redaksi majalah. 2) Mengajukan Proposal. Membuat proposal meliputi latar belakang, tujuan, susunan redaksi, anggaran dana dsbnya. 3) Membuat rancangan majalah. Menentukan nama majalah, isi berita, pendanaan dll. 4) Mencari rekanan pendukung, percetakan, sponsor dll. 5) Melakukan sosialisasi ttg manfaat, pentingnya suatu majalah pada Orang tua.
- Perbedaan majalah sekolah, tabloid, buletin. Majalah: Ukuran umumnya A4, Letter dan B5 atau F4. Kertas yang digunakan lebih halus dan tebal (art paper/art carton) Memuat artikel yang berisi topik popular bagi masyarakat umum. Jurnal: Ukuran umumnya A3. Kertas yang dipakai lebih kasar dan tipis (kertas koran). Cenderung mengangkat artikel tentang gosip, astrologi, berita kriminal dan olahraga. Buletin: Ukuran umumnya F4, A5 atau A4. Kertas yang digunakan lebih halus (art paper). Memuat artikel yang berisi topik kejadian popular.
- Cara yang paling sederhana untuk memulai membuat majalah sekolah adalah 1) Membuat mading. Biasakan mengganti mading secara berkala. 2) Membuat buletin saja. Lebih sempit beritanya dan berita tidak harus terlalu luas. Sehingga tidak terlalu tebal.
- Kendala dalam merintis majalah sekolah adalah keterbatasan SDM dan SUMBER DANA. Kunci menghadapinya adalah niat yang kuat, pantang menyerah, komitmen, doa. Kiat agar majalah berdaya tarik, jadikan majalah kita sbg magnet. Beritanya bergizi, akurat dan dibutuhkan pembaca
- Tips agar menjadi MAU, semua berpulang pada diri kita masing2. Tanyakan pada hati kita, apa yg akan kita torehkan dalam hidup ini?Apa yang bisa kita berikan pd anak cucu utk mengenang kita?. Niat dan komitmen. Itu kuncinya. Bergabung dgn komunitas menulis akan menjaga niat kita menulis tetap menyala. Mengutip pernyataan bunda Kanjeng "Jadikan keinganan mau menulis sebagai suatu kebutuhan. Jadikan keinginan menulis seperti UDARA, yang akan membuat kita sesak nafas tanpanya. Jadikan menulis sebagai RENJANA yang membuat kita ketagihan jika tidak menulis"





Mantap Bu semangat
BalasHapusTerima kasih pak sudah mampir
HapusCakep, tapi kebaos yang atas kok tidak sekalian raya kanan ya.
BalasHapusTerima Kaih pak atas masukannya
HapusKerenn, semangat yukk
BalasHapusOke bagus resumenya bu. Gambar-gambar membuat menarik. Rangkuman tanya-jawab juga bagus
BalasHapus👍Keren...
BalasHapus