Menyulap KTI Menjadi Buku
Bismillah..
Pukul 20.00 Wita, rutinitas membimbing 2 anakku yang masih sekolah dasar menyelesaikan PR dan menyimak tilawah Qurannya hampir selesai. Sesekali melihat wa grup KBMN PGRI 28, untuk memastikan apakah kelas sudah dimulai atau belum, dan benar saja kelas sudah dimulai.
Coba meraih laptop yang masih di dalam tas ransel sekolahku, membuka wa grup dari wa web. Laptop sudah hidup, wa web juga sudah terbuka, saya siap mengikuti pertemuan KBMN yang ke empat ini.
Tema yang diangkat malam ini, tidak kalah pentingnya dengan tema pada pertemuan sebelumnya yaitu "Menulis Buku Dari Karya Ilmiah" dengan narasumber Bapak Eko Daryono, S.Kom dan moderator Ibu Nur Dwi Yanti, S.Pd.
Moderator membuka kelas dengan menyebutkan seorang tokoh terkenal Amerika John Maxwell, yang menggambarkan passion sebagai “the fuel for will’ atau bahan bakar untuk kemauan. passion mengubah “keharusan” menjadi “kemauan”. Opening yang sangat bagus.
Secara umum KTI ada dua yaitu KTI Nonbuku dan KTI Buku.
Secara umum struktur penulisan KTI adalah sebagai berikut
Pada dasarnya dari subtansi isi, tidak ada perbedaan isi laporan KTI dengan isi buku hasil konversinya, karena isi buku mencerminkan keseluruhan isi laporan KTI, tetapi secara sistematika, gaya penulisan KTI berbeda dengan penulisan buku . Ada penyesuaian-penyesuaian sistematika KTI yang dikonversi menjadi buku dengan tujuan agar kesannya tidak kaku. Misalnya penomoran tiap sub bab-sub bab. Dari sisi bahasa, meski sama sama ilmiah, hasil konversinya tentu harus dimodifikasi sehingga bahasa dalam bukunya lebih luwes, bersifat lugas dan tidak mencantumkan kata-kata seperti penelitian ini, peneliti, teman sejawat, penulis.
Susunan bab dan sub bab di atas dirubah dalam gaya penulisan buku sehingga menjadi beberapa bab, yaitu :
8. Modifikasi Lampiran
Prinsipnya agar kita mantap menjadikan KTI menjadi buku Mr Yons memberikan sebuah Quote : “Menulis itu olah kata dengan rasa, karena menulis seperti berbicara dan teman bicaranya adalah HATI.” Eko Daryono – Sang Pena Lereng Law.
Demikian resume yang dapat saya tuliskan dari paparan Bapak Eko Daryono, S.Kom.
Salam Literasi







Komentar
Posting Komentar