Ayo Lawan Virus Menulis

 


Judul            : Ayo Lawan Virus Menulis
Resume ke   :  7
Gelombang  :  28
Tanggal        :  23 Januari 2023
Tema            :  Writer's Block
Narasumber :  Ditta Widya Utami, S.Pd.,Gr

Bismillah
        Menjelang magrib, saya masih ada di rumah Ratna, teman sewaktu SMA, seorang teman rasa saudara yang baru ini dapat saya kunjungi. Karena waktu kedatangan yang cukup sore, akhirnya saya sholat magrib di rumahnya dan bergegas pulang. Dalam perjalanan suami menelpon, tapi tak terdengar karena sedang  diatas kendaraan. Sampai di rumah baru lihat ada dua panggilan tak terjawab di Handpone, salah satunya dari suami. Baru masuk ruang tamu Suami langsung tanya " kamu sudah sholat ?" langsung saya jawab "iya sudah tadi di rumah Ratna, maaf telat pulang karena Ratna maksa  sholat dulu dirumahnya baru izinkan saya pulang". Sebelum pergi tadi memang sudah minta ijin terlebih dahulu
    Anak-anak sudah menunggu saya untuk menyimak hafalan Qurannya, karena besok pagi ustadz/ustadzah  mereka akan dan selalu mengecek hafalan mereka. Alhamdulillah bersyukur  mereka sudah bisa bertanggung jawab atas tugas sekolahnya. Tanpa melakukan hal lain lagi saya langsung membimbing anak - anak.
    ini adalah kegiatan rutin saya, bakda magrib quality time untuk anak anak, mungkin juga untuk ibu ibu yang lain yang memilki putra putri di Sekolah Dasar, yang masih belum cukup mandiri menyelesaikan tugas tugas sekolahnya.
         Malam ini saya ingat jadwal kegiatan KBMN pertemuan ke 7, dan sekitar pukul 20.30 Wita saya baru bisa membuka WA grup KBMN, ternyata sudah dimulai. 
        Tema pada pertemuan malam ini adalah " Writer's Block " dengan narasumber Ibu Ditta Widya Utami, S.Pd., Gr dan moderator Ibu Rallyanti, S.Sos., M.Pd. Tema yang tak kalah menariknya dari tema pada pertemuan sebelumnya. Sedikit tentang narasumber, Bu Ditta dari kecil, sebelum masuk sekolah dasar memiliki hobi membaca, di masa SD beliau senang menulis diary. Walaupun hanya menulis diary, sewaktu SMA ternyata tulisannya ini bisa membuat teman temannya seperti membaca novel karena sudah terampil menulis. Semasa kuliah juga sering mengikuti lomba yang berkaitan dengan menulis dan mendapatkan juara di kampusnya. Beliau juga menjadi salah satu yang berhasil menerbitkan buku di penerbit mayor karena berhasil menaklukkan tantangan Pak Ekoji. Bu Dita juga memaparkan manfaat menulis, salah satunya dalam hal finansial. menulis juga bisa menjadi self healing
        Membaca tema malam ini, rasa penasaran hadir di benak saya apa maksud  Writer's Block. saya membaca pemaparan Bu Ditta bahwa Writer's Block adalah keadaan saat penulis kehilangan kemampuan menulis atau tidak menemukan gagasan baru untuk tulisannya (wikipedia). Jadi Sederhananya, WB adalah kondisi dimana kita mengalami kebuntuan menulis. Tak lagi produktif atau berkurang kemampuan menulisnya. WB ibarat "virus" yang bisa menyerang semua kalangan penulis, tak kenal usia, profesional ataupun pemula, siapapun itu yang masuk dalam dunia kepenulisan. WB bisa menjangkit dalam hitungan detik, menit, jam, hari, minggu, bulan bahkan tahunan, tergantung seberapa cepat kiyta menyadarinya.
Ibarat penyakit, WB harus segera terdeteksi apa penyebabnya. agar dapat segera diambil tindakan. Berikut hal-hal penyebab trjadinya WB

Hal-hal yang menyebabkan WB (Writer's Block)

a) Mencoba metode/topik baru dalam menulis.
Hal ini bisa menjadi penyebab WB. Mencoba menulis hal yang baru, misalkan terbiasa menulis artikel populer atau cerpen, kemudian beralih membuat KTI yang tentunya memiliki struktur dan metode penulisan yang sangat berbeda, jika tidak segera beradaptasi, maka mungkin kita akan terserang WB. 
b) Strees
Dalam Kamus Psikologi, strees diartikan sebagai ketegangan, tekanan, tekanan batin, tegangan dan konflik
c) Lelah Fisik/Mental
Lelah fisik/mental akibat aktivitas harian yang padat dapat memicu strees.
d) Terlalu Prefeksionis
bersikap terlalu kawatir dengan tulisan yang sudah sesuai dengan kaidah atau belum, kawatir tulisan tidak dibaca, kawatir dikritik orang dan kawatir tulisan tak menarik serta kekawatiran yang lainnya.

Beberapa alternatif solusi menghadapi WB

  • Mencoba hal yang baru dalam menulis                                                                                      Terkadang seorang penulis bisa merasa suntuk atau bosan dan ini dapat menjadi pintu masuk WB, dengan mencoba hal baru dalam menulis menjadi alternatif solusi. Mencoba hal-hal baru yang berbeda dengan sebelumnya pasti menyenangkan.
  • Membaca buku-buku yang ringan
  • Free Writing atau menulis bebas                                                                                          Kondisi dimana tidak memikirkan salah eja, salah ketik, koherensi dan sebagainya. Jadi jika kita ingin menulis, lakukan saja dengan penuh percaya diri tanpa membebani diri dengan pikirankan hal-hal tersebut.
Berikut adalah hasil tanya jawab dengan narasumber yang dapat saya simpulkan
  1. Menyelesaikan target beberapa kegiatan menulis pada waktu yang hampir bersamaan adalah dengan cara menentukan skala prioritas dan menulis di waktu emas atau waktu yang terbaik.
  2. Dalam menulis harus menetapkan apa NIAT dan tujuan menulis, karena jika niat kurang tepat akan mudah terserang WB
  3. Cara mengatasi kebuntuan IDE saat tengah menulis adalah dengan Free Writing, biarkan tangan terus menulis, ide dapat muncul belakangan, tak perlu bingung benar atau salah yang penting terus menulis, dengan sendirinya virus WB akan hilang
  4. Hal yang penting dipersiapkan untuk jadi seorang penulis adalah MENTAL serang penulis, diantaranya, mental siap untuk konsisten, siap dikiritik, siap memperbaiki dan mengembangkan diri dan lain-lain
  5. Tips untuk membuat tulisan menjadi bermutu adalah " Practice Makes Perfect" dan banyak membaca terkait dengan apa yang kita tulis.
  6. Hal yang paling sulit dalam menulis adalah percaya pada tulisan sendiri, cara mengatasinya adlah dengan mengingat kembali niat kita menulis.
Itulah beberapa hasil tanya jawab yang dapat saya sarikan. Terakhir saya mengutip pepatah yang disampaikan oleh Bu Ditta sabagai statement closing yang sangat memotivasi

" It doesn't matter how brilliant is your brain, if you don't speak up, it would be zero"

Sekian tulisan resume saya, semoga bermanfaat.
salam literasi.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Koneksi Antar Materi Modul 3.2

Majalah Sekolah yang Dinantikan

MULAILAH MENULIS